Iblis Bukan Musuh Allah - Bagian Sepuluh
Iblis Bukan Musuh Allah - Bagian Sepuluh Selama ini, "kasihilah musuhmu" (Matius 5:44) sering dibaca seolah-olah Allah memerintahkan sesuatu yang berlawanan dengan natur-Nya sendiri—seperti Allah melakukan sesuatu yang Ia sendiri tidak lakukan. Hipotesis ini membalikkan itu: Allah justru mempraktikkan kasih kepada musuh-Nya secara sempurna, dan perintah Yesus adalah undangan untuk berpartisipasi dalam natur ilahi itu. Mari kita bedah tuntas. --- 1. Kesalahan pemahaman umum tentang "mengasihi musuh" Pemahaman Keliru - Akibat Mengasihi musuh = membiarkan kesalahan, tidak menegur, tidak menghukum - Kasih menjadi sentimentalisme yang lemah; keadilan dikorbankan Mengasihi musuh = mengakomodasi dosa mereka - Kasih menjadi pembiaran; musuh tidak pernah berubah Allah mengasihi musuh-Nya dengan cara berbeda dari perintah-Nya kepada manusia - Allah munafik: menyuruh manusia mengasihi musuh, tetapi Ia sendiri membenci dan membinasakan musuh-Nya Koreksi hipotesis...