Postingan

Menampilkan postingan dengan label Allah

Allah mutlak dalam diri-Nya dan relasi-Nya

Hipotesis akan menarasikan—bagian mana Alkitab yang menjelaskan Allah mutlak dalam diri-Nya, dan bagaimana Allah mutlak dalam relasi-Nya—dan akan menjawab dengan merujuk langsung pada teks-teks Alkitab yang relevan, bukan hanya pada kerangka hipotesis. --- 1. Allah mutlak dalam diri-Nya (hakikat tak terbagi, tak terbatas, tak berubah) Ayat-ayat berikut menunjukkan kemutlakan Allah dalam diri-Nya sendiri, terlepas dari relasi dengan ciptaan: Yesaya 44:6; 45:5-6, 21-22 “Akulah yang pertama dan Akulah yang terakhir; tidak ada Allah selain Aku.” (44:6) “Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah.” (45:5) Ini menegaskan kesendirian hakikat Allah secara mutlak. Keluaran 3:14 “AKU ADALAH AKU” Para Bapa Gereja (misalnya Gregorius dari Nyssa, Kehidupan Musa) melihat ayat ini sebagai ekspresi kemutlakan hakikat Allah yang tidak dapat didefinisikan atau dibatasi oleh kategori apa pun. Allah adalah keberadaan itu sendiri (ipsum esse), bukan makhluk di antara makhluk. Maleakh...

Hakikat Allah menurut Alkitab: “Apa” Allah secara fundamental

Hipotesis ini akan menunjukkan bagaimana Alkitab berbicara tentang Allah yang mutlak sekaligus berelasi, dengan menggunakan distingsi hakikat (esensi) dan keberadaan (eksistensi) —tanpa jatuh ke dalam kontradiksi. --- 1. Hakikat Allah menurut Alkitab: “Apa” Allah secara fundamental Ayat-ayat berikut menunjuk pada hakikat Allah (esensi, ousia): Keluaran 3:14 “Aku adalah Aku” (Ehyeh asher ehyeh) Dalam kerangka hakikat-keberadaan: · Ini menjawab pertanyaan “Apa hakikat Allah?” → Keberadaan itu sendiri. · Allah tidak memiliki hakikat yang terpisah dari keberadaan-Nya. Sebaliknya, hakikat Allah adalah keberadaan yang mutlak, tidak tergantung pada apa pun. Maleakhi 3:6 “Aku, TUHAN, tidak berubah.” Hakikat Allah bersifat tetap, tidak berubah, universal (berlaku bagi seluruh realitas)—sesuai dengan ciri hakikat dalam definisi Anda. Yesaya 44:6 “Akulah yang pertama dan Akulah yang terakhir; tidak ada Allah selain Aku.” Hakikat Allah bersifat unik dan tidak dapat dibagi (indivisibilis). Tidak ad...