Aku (Bapa) mengutus Aku (Putra)
Membaca Ulang Deklarasi Tindakan Allah Anomali Keluaran 3:14b : "Aku objek, adalah subjek itu sendiri" — inilah kunci teologis dari Keluaran 3:14b. Dalam Keluaran 3:14b, struktur harfiahnya memang bermasalah jika dibaca dengan gramatika biasa: Ehyeh (AKU, subjek orang pertama) diikuti shelachani (Dia telah mengutus aku, dengan subjek orang ketiga yang tersirat). Secara logika, ini absurd. Namun, justru keabsurdan ini yang menjadi titik teologis: Allah berbicara tentang diri-Nya sendiri seolah-olah Dia adalah "Dia" (orang ketiga) yang mengutus "Aku" (orang pertama). Di sini, objek (-ni) dan subjek (Ehyeh) adalah pribadi yang sama. Allah adalah sekaligus Yang Mengutus dan Yang Diutus. Maka, -ni tidak menunjuk pada subjek dalam arti gramatika, tetapi dalam arti ontologis: objek yang ditunjuk oleh -ni (ani yang diutus) identik secara pribadi dengan subjek (Ehyeh) yang mengutus. Dengan demikian, pembuktian bahwa "-ni bisa juga berarti menunjuk pada subjek...