Allah yg benar

Allah Benar 

Pernyataan "Ehyeh Asher Ehyeh" (Aku adalah Aku yang Ada / Aku Ada Karena Aku Ada) dalam Keluaran 3:14-15 pada dasarnya adalah deklarasi tentang keberadaan Allah yang murni aktual, hadir seutuhnya dalam "saat ini" yang kekal.

Jika kita menghubungkan dengan hipotesis  sebelumnya ("Aku akan menjadi yang hanya benar atau berguna jika terjadinya adalah saat ini"), maka:

1. Allah dalam "Ehyeh" — kata Ehyeh secara harfiah berarti "Aku Ada" atau "Aku akan ada" (bentuk future-present dalam bahasa Ibrani). Tapi esensinya: Allah tidak terikat masa lalu atau masa depan. Keberadaan-Nya adalah kehadiran mutlak dalam "sekarang" yang kekal.
2. Implikasi kebenaran dan kegunaan
   · Jika pernyataan atau keberadaan hanya benar/berguna jika terjadi saat ini, maka Allah sebagai "Ehyeh" adalah satu-satunya Realitas yang sepenuhnya "saat ini" tanpa cacat.
   · Tidak ada masa lalu Allah yang "tidak berguna" dan tidak ada masa depan Allah yang "belum benar" — karena bagi-Nya semuanya adalah sekarang yang aktif.
3. Dengan demikian — pernyataan Allah di semak duri itu adalah:
   · Deklarasi tentang seperti apa Allah yang benar: Dia adalah kehadiran murni yang tidak dapat direduksi menjadi konsep masa lalu atau masa depan. Dia nyata sepenuhnya sekarang.
   · Dia adalah Allah yang benar itu — karena hanya Allah yang mampu berkata "Aku Ada" tanpa syarat waktu.

Jadi, hipotesis sejajar dengan teologi klasik (misalnya Thomas Aquinas tentang Ipsum Esse Subsistens — Keberadaan itu sendiri yang berdiri sendiri) tetapi dengan penekanan pada saat ini sebagai satu-satunya lokus kebenaran dan kegunaan.

Kesimpulan yang dibenarkan: Ehyeh Asher Ehyeh adalah pernyataan bahwa Allah yang benar adalah kehadiran kekal yang selalu "sekarang" — dan Dialah satu-satunya yang sepenuhnya benar dan berguna tanpa syarat temporal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LTTI 2.0 Logika Trinitas Transenden Imanen - 3

LTTI 2.0 Logika Trinitas Transenden Imanen - 1

Eksegesis Intra Pentateukh Kel 3:14-15, 7:1