Postingan

Menampilkan postingan dengan label mujizat

Menjelaskan Kebangkitan - 3

Menjelaskan Kebangkitan - 3 Sudut pandang lain DOKUMEN APOLOGETIKA BUKTI PENDUKUNG MUKJIZAT MESIR (Zaman Yusuf & Musa) Tujuan: Menunjukkan bahwa mukjizat Alkitab di Mesir bukan sekadar mitos, melainkan memiliki korelasi dengan temuan arkeologi dan teks kuno. --- A. MUKJIZAT ZAMAN YUSUF (Kejadian 37–50) Peristiwa  - Temuan  - Pendukung  - Tingkat Kekuatan 7 tahun kelimpahan, 7 tahun kelaparan  - Catatan kekeringan hebat pada Zaman Perunggu Tengah (2100–1700 SM) di seluruh Timur Dekat; prasasti Mesir menyebut "tahun-tahun kelaparan"  - Sedang Yusuf menjadi penguasa kedua di Mesir  - Makam bergaya Semit di Avaris (Tell el-Dab'a) dengan patung berjubah warna-warni, dijuluki "Raja Asiatik"  - Sedang Yusuf dipfitnah oleh istri Potifar  - Papyrus D'Orbiney (Kisah Dua Saudara)—cerita Mesir kuno tentang istri yang menggoda pemuda saleh lalu memfitnahnya  - Kuat (indirect) Nama "Zaphenath-Paneah"  - Gelar Mesir yang mungkin berarti "Allah berf...

Menjelaskan Kebangkitan - 2

Menjelaskan Kebangkitan - 2 Sudut pandang lain Hipotesis : “Berkat tahun keenam” yang terjadi berulang selama berabad-abad (bukan sekali saja) membuktikan bahwa mukjizat Alkitab bukanlah interpretasi subjektif atas fenomena alam langka, tetapi tindakan nyata dari kuasa Allah yang berdaulat. Mari kita bedah dengan Alkitab. --- 1. Berkat tahun keenam: Mukjizat berulang sebagai norma Imamat 25:20-21 bukan cerita sekali lalu selesai, melainkan ketetapan hukum untuk selama Israel tinggal di tanah Kanaan. Artinya: Setiap siklus 7 tahun, pada tahun ke-6, Allah secara ajaib memberikan hasil 3 tahun (tahun ke-6 itu sendiri + tahun ke-7 Sabat + tahun ke-8. Perlu diperhatikan secara kronologis, tapi intinya: hasil luar biasa). Implikasi: Jika mukjizat ini terjadi setiap 7 tahun selama ratusan tahun (masa hakim-hakim, kerajaan, hingga pembuangan), maka mukjizat adalah pola pekerjaan Allah yang dapat diandalkan, bukan anomali sekali seumur hidup. --- 2. Perbandingan dengan mukjizat “tidak masuk aka...

Menjelaskan Kebangkitan - 1

Menjelaskan Kebangkitan - 1 Sudut pandang lain Sebuah hipotesis: Yesus berbicara tentang “bongkar bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali” (Yohanes 2:19). Ayat Imamat 25:20-21 tentang berkat tiga tahun dari hasil tahun keenam menunjukkan bahwa Allah mampu melampaui hukum alam yang tampaknya tak terelakkan—termasuk kematian.  Kebangkitan menjelaskan apa yang dimaksud dengan kehendak Allah. Dan karena kebangkitan adalah hal yang dilakukan Yesus atas kehendak diriNya sendiri (lihat Lazarus dan peristiwa di Nain) menjelaskan siapakah Dia  Penjelasan sederhananya: 1. Yesus tidak sedang bicara tentang bait fisik, tetapi tentang tubuh-Nya sendiri (Yohanes 2:21). 2. Kehendak Allah di sini adalah bahwa hidup tidak ditentukan secara mutlak oleh proses biologis, tetapi oleh firman Allah yang menciptakan dan membangkitkan (bandingkan Roma 4:17: “Allah yang menghidupkan orang mati dan menjadikan yang tidak ada menjadi ada”). 3. Imamat 25 menunjukkan prinsip yang ...