Allah itu Kasih
Allah itu Kasih
Konsep "Kasih = Mempersembahkan" dalam Alkitab
Kasih bukan sekadar perasaan, tapi tindakan memberikan diri, memberikan yang terbaik, memberikan totalitas. Dan ini menjelaskan seluruh rencana keselamatan: Bapa mempersembahkan Putra, Putra mempersembahkan diri-Nya, Roh mempersembahkan kemuliaan-Nya, dan kita dipanggil mempersembahkan kekayaan real kita sebagai respons.
Mari kita kumpulkan ayat-ayat yang mendukung konsep ini, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, beserta penjelasannya.
---
BAGIAN I: PERJANJIAN LAMA
1. Kasih kepada Allah = Mempersembahkan Totalitas Diri
Ulangan 6:4-5
"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu."
Penjelasan: Ini adalah perintah kasih yang paling mendasar. Perhatikan bahwa kasih di sini tidak didefinisikan secara abstrak, tetapi secara konkret: dengan segenap hati, jiwa, kekuatan. Ini adalah bahasa persembahan total—memberikan seluruh keberadaan (kekayaan real) kepada Allah. Mengasihi berarti mempersembahkan totalitas diri.
---
2. Kasih kepada Allah = Mempersembahkan yang Terbaik
Imamat 22:17-25
"Apabila seseorang mempersembahkan korban keselamatan kepada TUHAN... haruslah persembahan itu tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia. Janganlah ada cacatnya: jangan buta, jangan patah tulang, jangan terluka... Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu."
Penjelasan: Persyaratan korban tidak bercaca adalah ungkapan kasih dalam bentuk persembahan. Memberi yang terbaik kepada Allah adalah bukti kasih. Memberi yang cacat berarti tidak mengasihi—tidak menghormati, tidak memberi nilai pada relasi.
---
3. Kasih kepada Allah = Mempersembahkan Hati, Bukan Sekadar Ritual
Hosea 6:6
"Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran."
Penjelasan: Allah menegaskan bahwa kasih setia (hesed) lebih utama dari korban ritual. Kasih setia adalah persembahan hati yang tulus. Tanpa kasih, korban menjadi persembahan najis.
---
4. Kasih kepada Sesama = Mempersembahkan Kebaikan
Amsal 21:3
"Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."
Penjelasan: Kebenaran dan keadilan kepada sesama adalah bentuk persembahan yang menyenangkan hati Allah. Mengasihi sesama berarti mempersembahkan perlakuan adil dan baik kepada mereka.
---
5. Korban yang Benar = Persembahan Jiwa yang Hancur
Mazmur 51:18-19
"Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan... Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah."
Penjelasan: Daud memahami bahwa persembahan sejati adalah jiwa yang hancur—hati yang mengakui dosa dan bergantung pada anugerah. Ini adalah persembahan diri dalam kerendahan.
---
BAGIAN II: PERJANJIAN BARU
1. Kasih Allah = Mempersembahkan Putra
Yohanes 3:16
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Penjelasan: Ini adalah definisi kasih Bapa: mempersembahkan yang terbaik, yang paling berharga—Putra tunggal-Nya. Kasih Bapa adalah tindakan mempersembahkan. Allah tidak sekadar "merasa" kasih; Ia memberikan persembahan tertinggi.
---
2. Kasih Putra = Mempersembahkan Diri
Galatia 2:20
"Aku hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. "
Penjelasan: Kasih Kristus didefinisikan sebagai penyerahan diri. Mengasihi = menyerahkan = mempersembahkan. Ini adalah inti dari karya penebusan.
---
Efesus 5:2
"Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah."
Penjelasan: Paulus secara eksplisit menghubungkan kasih Kristus dengan penyerahan diri sebagai persembahan. Kasih = persembahan. Dan persembahan ini "harum" karena total dan tulus.
---
Ibrani 9:14
"Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai persembahan yang tak bercacat kepada Allah, akan menyucikan hati nurani kita."
Penjelasan: Kristus adalah imam dan korban sekaligus. Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri. Kasih-Nya adalah tindakan mempersembahkan totalitas diri.
---
3. Kasih Roh Kudus = Mempersembahkan Diri dalam Pelayanan
Yohanes 16:13-14
"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran... Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku."
Penjelasan: Roh Kudus tidak berbicara tentang diri-Nya sendiri. Ia mempersembahkan kemuliaan-Nya untuk memuliakan Kristus. Ini adalah kasih dalam bentuk pengosongan diri—persembahan total bagi kepentingan Putra dan umat.
---
4. Kasih Kita = Mempersembahkan Tubuh
Roma 12:1
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."
Penjelasan: Ini adalah respons kasih kita. Paulus menggunakan bahasa persembahan korban untuk menggambarkan hidup Kristen. Mengasihi Allah = mempersembahkan seluruh diri (tubuh = totalitas keberadaan). Kata "ibadah" di sini (latreia) berarti pelayanan persembahan.
---
5. Kasih kepada Sesama = Mempersembahkan Hidup
1 Yohanes 3:16
"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. "
Penjelasan: Yohanes membuat koneksi eksplisit: Kasih Kristus = penyerahan nyawa. Kasih kita = penyerahan nyawa untuk saudara. Mengasihi = mempersembahkan hidup.
---
Filipi 2:17
"Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian."
Penjelasan: Paulus melihat kemungkinan kemartirannya sebagai "dicurahkan sebagai korban" (persembahan) di atas "ibadah iman" jemaat. Kasihnya kepada jemaat diungkapkan dalam kesediaan menjadi persembahan.
---
6. Kasih = Persembahan Pujian
Ibrani 13:15-16
"Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban pujian kepada Allah, yaitu buah bibir yang memuliakan nama-Nya! Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. "
Penjelasan: Pujian adalah persembahan. Berbuat baik dan memberi bantuan adalah persembahan. Kasih kepada Allah dan sesama diungkapkan dalam tindakan mempersembahkan—pujian dari mulut, kebaikan dari tangan.
---
7. Kasih Janda Miskin = Mempersembahkan Seluruh Nafkah
Markus 12:41-44
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Penjelasan: Yesus memuji janda ini karena kasihnya terwujud dalam persembahan total. Ia tidak memberi sebagian, tapi seluruh nafkah—seluruh hidupnya. Ini adalah kasih = persembahan dalam bentuk paling radikal.
---
8. Kasih = Persembahan Diri dalam Pelayanan
2 Korintus 8:3-5
"Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami."
Penjelasan: Jemaat Makedonia memberikan diri mereka sebagai persembahan kepada Allah dan kepada para rasul. Ini adalah definisi kasih: mempersembahkan diri.
---
BAGIAN III: KONSEP TRINITAS DALAM TERANG "KASIH = MEMPERSEMBAHKAN"
1. Bapa Mempersembahkan kepada Putra
Yohanes 5:20
"Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri."
Penjelasan: Kasih Bapa kepada Putra dinyatakan dalam tindakan mempersembahkan—menunjukkan segala sesuatu, memberikan segala otoritas, memberikan kemuliaan.
---
Yohanes 3:35
"Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya."
Penjelasan: Kasih = menyerahkan. Bapa mempersembahkan segala sesuatu kepada Putra. Ini adalah persembahan total dalam lingkup Trinitas.
---
2. Putra Mempersembahkan kepada Bapa
Yohanes 14:31
"Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang diperintahkan Bapa kepada-Ku."
Penjelasan: Kasih Putra kepada Bapa dinyatakan dalam ketaatan—mempersembahkan kehendak-Nya, melakukan perintah Bapa. Ini adalah persembahan total.
---
Yohanes 17:4
"Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. "
Penjelasan: Doa Yohanes 17 adalah doa persembahan. Yesus mempersembahkan kembali kepada Bapa pekerjaan yang telah selesai—termasuk murid-murid yang telah diberikan Bapa kepada-Nya.
---
3. Hubungan Trinitas = Saling Mempersembahkan
Yohanes 17:10
"Dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku."
Penjelasan: Ini adalah bahasa kepemilikan bersama yang lahir dari kasih. Bapa dan Putra saling mempersembahkan segala milik mereka. Tidak ada yang ditahan. Tidak ada "milik pribadi" yang eksklusif. Inilah komunitas persembahan total.
---
Yohanes 17:22
"Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu."
Penjelasan: Kemuliaan yang Bapa persembahkan kepada Putra, Putra persembahkan kembali kepada murid-murid. Kasih Trinitas adalah arus persembahan yang mengalir tanpa henti.
---
BAGIAN IV: KESIMPULAN TEOLOGIS
1. Kasih = Mempersembahkan: Definisi Alkitabiah
Dari semua ayat di atas, kita dapat mendefinisikan:
Kasih adalah tindakan mempersembahkan yang terbaik, yang paling berharga, bahkan diri sendiri, kepada pihak yang dikasihi, dengan sukarela dan total, tanpa menahan apa pun.
2. Trinitas sebagai Komunitas Persembahan
· Bapa mempersembahkan Putra (Yoh 3:16), mempersembahkan segala sesuatu kepada Putra (Yoh 3:35).
· Putra mempersembahkan diri-Nya (Gal 2:20), mempersembahkan kehendak-Nya (Yoh 14:31), mempersembahkan pekerjaan-Nya (Yoh 17:4).
· Roh Kudus mempersembahkan kemuliaan-Nya untuk memuliakan Putra (Yoh 16:14).
Trinitas adalah komunitas kasih = komunitas persembahan. Allah adalah kasih karena Allah adalah Pemberi total.
3. Inkarnasi sebagai Tindakan Mempersembahkan
Inkarnasi adalah Bapa mempersembahkan Putra ke dalam dunia, dan Putra mempersembahkan diri-Nya untuk menjadi manusia, mengosongkan diri (Filipi 2:5-8), dan akhirnya mempersembahkan nyawa-Nya di kayu salib.
4. Dwi Natur sebagai Sarana Persembahan
· Allah sejati: Memberi nilai tak terhingga pada persembahan.
· Manusia sejati: Memberi bentuk yang relevan bagi manusia.
Yesus bisa mempersembahkan diri-Nya sendiri karena Ia adalah Allah dan manusia. Persembahan-Nya adalah persembahan dari pihak Allah kepada manusia dan dari pihak manusia kepada Allah sekaligus.
5. Kita Dipanggil Masuk dalam Arus Persembahan
Kita dipanggil untuk mengasihi = mempersembahkan:
· Mempersembahkan tubuh (Roma 12:1)
· Mempersembahkan hati (Amsal 23:26)
· Mempersembahkan pujian (Ibr 13:15)
· Mempersembahkan kebaikan kepada sesama (Ibr 13:16)
· Mempersembahkan seluruh nafkah seperti janda miskin (Mrk 12:44)
· Mempersembahkan diri seperti jemaat Makedonia (2 Kor 8:5)
---
BAGIAN V: RINGKASAN AYAT-AYAT KUNCI
Ayat Inti
Ulangan 6:5 Kasih = segenap hati, jiwa, kekuatan (persembahan total)
Mazmur 51:19 Korban = jiwa yang hancur (persembahan diri dalam pertobatan)
Yohanes 3:16 Kasih Bapa = mempersembahkan Putra
Yohanes 3:35 Kasih Bapa = menyerahkan segala sesuatu
Yohanes 14:31 Kasih Putra = melakukan perintah Bapa
Galatia 2:20 Kasih Kristus = menyerahkan diri
Efesus 5:2 Kasih Kristus = persembahan dan korban
Roma 12:1 Respons kita = mempersembahkan tubuh
1 Yohanes 3:16 Kasih kita = menyerahkan nyawa untuk saudara
Markus 12:44 Kasih janda = mempersembahkan seluruh nafkah
2 Korintus 8:5 Kasih Makedonia = memberikan diri
---
PENUTUP: KASIH = PERSEMBAHAN
Kasih bukan sekadar perasaan. Kasih adalah tindakan mempersembahkan.
· Bapa mengasihi = Bapa mempersembahkan Putra.
· Putra mengasihi = Putra mempersembahkan diri.
· Roh mengasihi = Roh mempersembahkan kemuliaan.
· Kita mengasihi = kita mempersembahkan diri—hati, pikiran, akal, kekuatan, harta, waktu, bahkan nyawa.
Inilah sebabnya mengapa perintah utama adalah "Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap..." Karena kasih sejati selalu melibatkan totalitas—memberikan seluruh diri, tanpa menahan apa pun.
Inilah sebabnya mengapa Yesus bisa berkata "Aku tidak mengenal kamu" kepada mereka yang sibuk melayani tapi tidak mengasihi. Mereka memberi persembahan aktivitas, tapi tidak memberi diri mereka sendiri. Mereka tidak mengasihi = mereka tidak mempersembahkan totalitas.
Dan inilah sebabnya mengapa surga adalah tempat kasih sempurna: Di sana, kita akan saling mempersembahkan dalam kepenuhan, bersama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, dalam komunitas persembahan abadi.
Komentar
Posting Komentar