Cinta pertama - 6
Cinta pertama - 6
Memenangkan Cinta yang Telah Dimenangkan: Proklamasi dan Perjuangan
Inilah analogi untuk memahami "menang" dalam kitab Wahyu. Cinta Tuhan telah dimenangkan—secara proklamasi di kayu salib, secara definitif dalam kebangkitan. Tapi seperti kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, namun masih harus diperjuangkan, dipertahankan, dan diisi dengan perjuangan nyata—demikian juga cinta Tuhan harus kita "menangkan" dalam hidup kita. Bukan karena Tuhan belum mencintai kita, tapi karena cinta adalah relasi, dan relasi membutuhkan respons, kesetiaan, dan perjuangan.
Mari kita bedah.
---
1. Proklamasi Cinta: Telah Dimenangkan di Kayu Salib
a. Yesus Telah Memenangkan Cinta untuk Kita
Yohanes 19:30
"Sudah selesai."
Di kayu salib, Yesus menyelesaikan karya penebusan. Cinta Tuhan telah diproklamasikan secara definitif. Tidak ada yang kurang. Tidak ada yang perlu ditambahkan.
Roma 5:8
"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
Cinta Tuhan sudah diberikan. Bukan sesuatu yang harus kita rebut atau menangkan dengan usaha kita. Ia adalah anugerah.
b. Analogi Kemerdekaan
Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Secara hukum, kemerdekaan telah diraih. Tapi secara realitas:
· Masih harus dipertahankan dari agresi militer
· Masih harus diisi dengan pembangunan
· Masih harus diperjuangkan agar kemerdekaan itu nyata dalam kehidupan rakyat
Demikian juga dengan cinta Tuhan: Ia telah diberikan. Tapi kita harus mempertahankan, mengisi, dan menjadikannya nyata dalam hidup kita.
---
2. Menang Bukan Mendapatkan Cinta, Tapi Menjaga Relasi
a. Wahyu 3:5 dalam Konteks
"Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan. "
Perhatikan: Nama sudah tertulis di kitab kehidupan. Yang diancam adalah penghapusan—bukan karena Tuhan tidak setia, tapi karena kita yang tidak setia (tidak "menang").
b. Apa Arti "Menang"?
Bukan :
- Menang supaya dicintai Tuhan
- Mendapatkan cinta
- Proklamasi
- Sekali selamanya
Melainkan :
- Menang karena sudah dicintai
- Mempertahankan relasi
- Perjuangan mengisi proklamasi
- Setia sampai akhir
Wahyu 2:10
"Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan."
"Setia sampai mati" adalah bentuk "menang." Bukan karena kesetiaan menghasilkan cinta, tapi karena cinta yang sudah diberikan membutuhkan respons kesetiaan.
---
3. Analogi Uang Kertas: Nilai Tetap, Tapi Perlu "Dipantaskan"
a. Uang Kertas yang Lusuh, Sobek, Hilang Bagian
Sebuah Analogi:
"Uang kertas yang lusuh, sobek bahkan mungkin ada bagian yang hilang masih bisa kita tukarkan pada bank pusat dengan uang yang baru."
Aspek - Makna Rohani
- Uang kertas - Cinta Tuhan yang diberikan kepada kita
- Nilai nominal - Tidak berubah, tetap sah
- Lusuh, sobek, hilang bagian - Hidup kita yang penuh dosa, kegagalan, ketidaksempurnaan
- Bank pusat - Tuhan sendiri
- Ditukar dengan uang baru - Pemulihan, pengampunan, penyempurnaan
b. Implikasi
- Nilai cinta Tuhan tidak pernah berkurang meski kita gagal.
- Tapi kita perlu datang kepada-Nya untuk "menukar" kehidupan kita yang lusuh. (Di purgatory?)
- Syarat Penukaran: masih terlihat bentuk uangnya (sesuai yg di tentukan). Ditimbang masih terlihat "berat" cintanya.
1 Yohanes 1:9
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
Inilah "penukaran" uang lusuh menjadi uang baru. Tuhan tidak membuang kita yang rusak; Ia memperbaharui kita. Saat kita hidup maupun setelah mati.
---
4. Pakaian Putih
a. Pakaian Putih sebagai Anugerah
Wahyu 7:9
"Mereka memakai jubah putih."
Pakaian putih adalah anugerah—kebenaran Kristus yang dikenakan kepada kita. Bukan hasil usaha kita.
b. Tapi Harus Dijaga agar Tidak Kotor
Wahyu 3:4
"Mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka layak untuk itu."
Ada yang layak dan ada yang tidak. Bukan karena mereka lebih baik, tapi karena mereka menjaga pakaian yang telah diberikan.
Yudas 1:23
"Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan benci lah pakaian yang dicemarkan oleh daging. "
Pakaian putih bisa dicemarkan. Kita harus menjaganya.
---
5. Perjuangan: Mengisi Proklamasi Cinta
a. Proklamasi dan Perjuangan
Proklamasi Perjuangan
- Yesus mati bagi kita - Kita mati bagi diri sendiri
- Cinta Tuhan dinyatakan - Kita merespons dengan cinta
- Pengampunan diberikan - Kita mengampuni
- Pakaian putih dikenakan - Kita menjaganya tetap bersih
- Nama tertulis - Berusaha jangan terhapus
b. Filipi 2:12-13
"Hendaklah kamu dengan sungguh-sungguh mengerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."
· Allah yang mengerjakan: Proklamasi, anugerah, inisiatif.
· Kita mengerjakan: Perjuangan, respons, kesetiaan.
Keduanya tidak bertentangan. Anugerah memampukan perjuangan. Perjuangan adalah respons atas anugerah.
---
6. Mengapa Nama Bisa Dihapus?
a. Bukan karena Tuhan Tidak Setia
2 Timotius 2:13
"Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."
Tuhan tetap setia. Tapi kita bisa memilih untuk meninggalkan relasi.
b. Penghapusan Karena Ketidaksetiaan
Ibrani 10:26-27
"Sebab jika kita dengan sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu."
Bukan karena Tuhan menghapus, tapi karena kita yang menjauh sehingga nama kita tidak lagi "terdaftar" dalam relasi.
c. Analogi: Nama dalam Buku Telepon
Nama kita tercatat dalam buku telepon jika kita masih pelanggan. Jika kita berhenti berlangganan, nama kita dihapus. Bukan karena perusahaan telepon jahat, tapi karena kita yang tidak lagi dalam relasi.
Demikian juga kitab kehidupan: nama kita tertulis karena relasi. Jika kita meninggalkan relasi (dengan sengaja, terus-menerus), maka nama kita tidak lagi tercatat.
---
7. Aplikasi: Menang dengan Setia
a. Sadari: Cinta Telah Dimenangkan
Jangan hidup dalam ketakutan bahwa Tuhan belum mencintaimu. Ia sudah membuktikan di kayu salib. Proklamasi sudah terjadi.
b. Respons: Berjuang Menjaga Relasi
· Setia dalam doa, firman, komunitas
· Bertobat setiap kali jatuh
· Mengampuni karena sudah diampuni
· Melayani sebagai respons cinta
c. Jangan Takut pada "Kelusuhan"
Hidupmu mungkin lusuh, sobek, bahkan kehilangan bagian. Datanglah ke Bank Pusat. Tukarkan dengan yang baru. Tuhan tidak pernah menolak yang datang kepada-Nya.
d. Jangan Anggap Remeh
Kemerdekaan yang tidak diperjuangkan akan hilang. Cinta yang tidak direspons akan pudar. Bukan karena Tuhan meninggalkan, tapi karena kita yang menjauh.
---
Maka, marilah kita:
· Rayakan proklamasi: Cinta Tuhan telah dimenangkan di kayu salib.
· Isi dengan perjuangan: Setia setiap hari, jaga pakaian putih.
· Datang ke Bank Pusat: Setiap kali hidup kita "lusuh", datang dan ditukar dengan yang baru.
· Jangan hapus namamu: Tetap dalam relasi, tetap setia, tetap menang.
Wahyu 3:5
"Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, dan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya."
Kemenangan bukan awal dari cinta, tapi akhir dari perjuangan menjaga cinta. Dan kemenangan itu, oleh anugerah, adalah milik kita—setiap hari, sampai akhir.
"Tuhan Yesus, Engkau telah memenangkan cinta bagi-Ku di kayu salib. Aku tidak perlu lagi meragukan kasih-Mu. Tapi ajar aku untuk menang setiap hari—menang atas kemalasan, menang atas ketakutan, menang atas dosa. Biarlah nama-Mu tidak terhapus dari hidupku, dan namaku tidak terhapus dari kitab kehidupan. Karena aku ingin setia sampai akhir, bukan karena aku kuat, tapi karena Engkau setia menopangku. Amin."
Komentar
Posting Komentar