Jumat Agung - 2
Jumat Agung - 2
Sudah Selesai:
Ketaatan yang Tuntas di Penghujung Jalan
Inilah kebenaran yang sering terlewatkan. Banyak orang memulai dengan taat—menerima pakaian dari Allah seperti Adam, mulai membangun bahtera seperti Nuh, menerima firman seperti Maria, mengikut Yesus seperti para murid. Tapi ketaatan tidak diukur di awal. Ketaatan diukur di penghujung jalan. Yesus berkata: "Sudah selesai" —bukan "Aku sudah mulai," bukan "Aku sudah berusaha," bukan "Aku sudah cukup baik." Sudah selesai. Adam baru disebut taat ketika ia memakai pakaian yang disediakan Allah, bukan ketika ia menerimanya. Nuh baru disebut taat ketika bahtera selesai dibangun. Maria baru mengalami penggenapan ketika Yesus lahir. Kita baru bisa disebut taat ketika di akhir hidup kita—atau di akhir setiap ujian—kita bisa berkata: "Sudah selesai. Aku telah menyelesaikannya dalam ketaatan."
Mari kita bedah dalam terang Jumat Agung dan seluruh Alkitab.
---
1. Ketaatan Bukan di Awal, Tapi di Akhir
a. Adam: Taat ketika Memakai, Bukan ketika Menerima
Kejadian 3:21
"TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. "
Adam tidak disebut taat ketika ia berkata "baik, aku akan memakai pakaian ini." Ia taat ketika pakaian itu sudah melekat di tubuhnya. Prosesnya: menerima → memakai → selesai dikenakan.
b. Nuh: Taat ketika Bahtera Selesai
Kejadian 6:22
"Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya."
Nuh tidak disebut taat ketika ia mulai memotong kayu pertama. Ia taat ketika bahtera selesai. 120 tahun membangun, dan pada akhirnya: selesai.
c. Maria: Taat ketika Firman Menjadi Daging
Lukas 1:38
"Jadilah padaku menurut perkataan-Mu itu."
Maria taat bukan hanya ketika ia mengucapkan kata-kata itu. Ia taat ketika Yesus lahir —ketika firman yang diterimanya menjadi nyata. Ketaatan Maria sempurna di palungan.
d. Yesus: Taat ketika "Sudah Selesai"
Yohanes 19:30
"Yesus berkata: 'Sudah selesai.' "
Yesus tidak berkata "Aku sudah mulai" di kayu salib. Ia tidak berkata "Aku sudah berusaha." Ia berkata: Selesai. Ketaatan-Nya tuntas.
---
2. Bahaya: Taat di Awal, Lupa di Sepanjang Jalan
a. Banyak yang Mulai Taat, Tapi Tidak Menyelesaikan
Lukas 9:62
"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, ia tidak layak untuk Kerajaan Allah."
Memulai adalah baik. Tapi ketaatan diukur dari kemampuan untuk tidak menoleh ke belakang sampai selesai.
b. Orang Farisi: Taat di Awal (Menerima Hukum), Tapi Tidak Selesai
Orang Farisi menerima Taurat dengan sungguh-sungguh. Mereka rajin beribadah, berpuasa, memberi persepuluhan. Tapi di penghujung jalan, mereka menolak Mesias. Mereka tidak bisa berkata "sudah selesai" dalam ketaatan.
Matius 23:27-28
"Celakalah kamu... di sebelah luarnya memang kelihatan indah, tetapi di sebelah dalamnya penuh tulang belulang."
c. Yudas: Mulai Taat (Menjadi Murid), Tapi Akhirnya Murtad
Yudas mengikuti Yesus tiga tahun. Ia diutus, ia menyembuhkan, ia mengusir setan. Tapi di penghujung jalan, ia mengkhianati. Ia tidak bisa berkata "sudah selesai."
Matius 27:5
"Ia pergi dan menggantung diri. "
Bukan "sudah selesai", tetapi sudah berakhir dengan kematian kekal.
d. Demas: Meninggalkan Paulus karena Cinta Dunia
2 Timotius 4:10
"Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku."
Demas memulai dengan baik. Ia menjadi teman sekerja Paulus. Tapi di tengah jalan, ia lupa ketaatan dan memilih dunia. Ia tidak menyelesaikan.
---
3. Mengapa "Sudah Selesai" Begitu Penting?
a. Karena Iman Diuji Sampai Akhir
Matius 24:13
"Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat."
Bukan "orang yang mulai dengan baik," tetapi yang bertahan sampai akhir.
b. Karena Ketaatan Adalah Proses yang Harus Diselesaikan
Ibrani 12:1-2
"Marilah kita menyelesaikan perlombaan yang ditentukan bagi kita dengan tekun, sambil melihat kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan."
Paulus tidak berkata "mulailah perlombaan." Ia berkata "selesaikan."
c. Karena Setan Mengincar Ketaatan di Akhir
1 Petrus 5:8
"Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."
Iblis tidak hanya menyerang di awal. Ia menunggu di akhir, saat kita lelah, saat kita lengah, saat kita merasa "sudah cukup."
---
4. Contoh Ketaatan yang Tuntas dalam Alkitab
a. Paulus: "Aku Telah Mengakhiri Pertandingan"
2 Timotius 4:7-8
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah menyelesaikan perlombaan, aku telah memelihara iman."
Paulus tidak berkata "aku sudah mulai." Ia berkata "aku telah menyelesaikan." Inilah ketaatan yang tuntas.
b. Yosua: "Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN"
Yosua 24:15
"Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN."
Yosua tidak hanya memulai dengan baik. Ia menyelesaikan dengan membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian.
c. Timotius: "Tetap dalam apa yang telah engkau pelajari"
2 Timotius 3:14
"Tetap dalam apa yang telah engkau pelajari dan engkau yakini."
Timotius didorong untuk bertahan—bukan hanya memulai.
d. Yesus: "Sudah Selesai"
Yohanes 19:30
"Sudah selesai."
Inilah model ketaatan yang sempurna. Yesus tidak hanya memulai pelayanan dengan baik. Ia menyelesaikan karya penebusan sampai akhir.
---
5. Aplikasi: Bagaimana Kita Bisa Berkata "Sudah Selesai"?
a. Mulailah dengan Kesadaran: Ketaatan Adalah Perjalanan Panjang
Jangan mengira ketaatan hanya di awal. Setiap hari adalah kesempatan untuk melanjutkan ketaatan.
b. Jangan Toleh ke Belakang
Filipi 3:13-14
"Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diriku kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan."
Ketaatan tidak melihat ke belakang pada keberhasilan masa lalu, tetapi terus maju.
c. Bertahan dalam Ujian Akhir
Yakobus 1:12
"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan."
Ujian terbesar sering datang di akhir. Bertahanlah.
d. Akhiri dengan "Sudah Selesai"
Setiap hari, setiap tugas, setiap panggilan—selesaikan. Jangan biarkan ada yang setengah-setengah. Di akhir hidupmu, biarlah engkau bisa berkata seperti Paulus: "Aku telah menyelesaikan perlombaan."
---
6. Tabel: Ketaatan di Awal vs Ketaatan di Akhir
Aspek
- Ketaatan di Awal
- Ketaatan di Akhir
Fokus
- Memulai dengan baik
- Menyelesaikan dengan baik
Risiko
- Bisa jatuh di tengah jalan
- Bertahan sampai akhir
Contoh
- Murid-murid Yesus (awalnya mengikut) Yesus (selesai di kayu salib)
Hasil
- Belum tentu selamat
- Sudah selesai, selamat
---
7. Kesimpulan: Ketaatan Diukur di Penghujung Jalan
Tokoh
- Ketaatan di Awal
- Ketaatan di Akhir
- Hasil
Adam
- Menerima pakaian
- Memakai pakaian
- Ditutupi
Nuh
- Mulai membangun
- Bahtera selesai
- Selamat
Maria
- "Jadilah padaku"
- Yesus lahir
- Firman menjadi daging
Yesus
- "Bukan kehendak-Ku"
- "Sudah selesai"
- Penebusan sempurna
Paulus
- Bertobat di Damsyik
- "Aku telah menyelesaikan"
- Mahkota kehidupan
Maka, marilah kita:
· Jangan puas dengan ketaatan di awal. Mulai baik, tetapi selesaikan.
· Jangan toleh ke belakang. Terus maju, terus taat, sampai akhir.
· Teladani Yesus yang berkata "Sudah selesai" di kayu salib.
· Di setiap hari, di setiap tugas, di setiap panggilan—selesaikan.
Wahyu 2:10
"Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. "
**Ketaatan tidak diukur dari seberapa baik engkau memulai. Ia diukur dari apakah engkau dapat berkata di penghujung jalan: "Sudah selesai." **
"Tuhan Yesus, Engkau taat sampai akhir. Engkau tidak berhenti di tengah jalan. Engkau menyelesaikan karya penebusan. Ajar aku menyelesaikan apa yang telah aku mulai. Jangan biarkan aku jatuh di tengah jalan, jangan biarkan aku menoleh ke belakang. Biarlah di akhir hidupku, aku dapat berkata: 'Aku telah menyelesaikan perlombaan.' Bukan karena kekuatanku, tetapi karena anugerah-Mu yang menopangku sampai akhir. Amin."
Komentar
Posting Komentar