Minggu Paskah - 4
Minggu Paskah - 4
Membereskan yang Belum Beres: Teladan Yesus setelah Kebangkitan
Inilah panggilan bagi setiap orang yang telah bangkit. Yesus tidak langsung naik ke surga setelah kebangkitan-Nya.
Ia tinggal di bumi selama empat puluh hari, dan salah satu tujuannya adalah membereskan hal-hal yang belum beres—terutama dengan Petrus yang telah menyangkal-Nya tiga kali. Yesus tidak menyimpan dendam. Ia tidak berkata: "Petrus sudah tahu kesalahannya, biarlah dia menanggung sendiri." Ia justru mencari Petrus, berbincang dengannya, dan memulihkannya.
Demikian juga kita, setelah menerima anugerah kebangkitan, tidak boleh hanya sibuk dengan "keselamatan pribadi" dan mengabaikan relasi yang rusak.
Kita harus membereskan apa yang masih mengganjal—baik terhadap orang yang kita bersalah, maupun terhadap orang yang bersalah kepada kita. Mari kita bedah dengan Alkitab.
---
1. Yesus Mencari Petrus yang Telah Menyangkal
Yohanes 21:15-17
"Setelah sarapan, Yesus berkata kepada Simon Petrus: 'Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka?' Jawab Petrus: 'Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.' Kata Yesus kepadanya: 'Gembalakanlah domba-domba-Ku.'"
a. Bukan Menghakimi, tetapi Memulihkan
Yesus tidak berkata: "Petrus, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. Engkau pantas dihukum." Ia justru memberi kesempatan kepada Petrus untuk menyatakan kasihnya tiga kali—sebanding dengan tiga kali penyangkalannya.
Pelajaran: Jangan menghakimi orang yang bersalah kepadamu. Pulihkanlah mereka dengan kasih.
b. Yesus Tidak Menyimpan Dendam
Petrus telah menyakiti hati Yesus secara mendalam. Namun Yesus tidak menyimpan dendam. Ia justru mencari Petrus dan memulihkan relasi.
Pelajaran: Lepaskan dendam. Jangan biarkan luka masa lalu mengganjal hatimu. Carilah mereka yang pernah menyakitimu dan pulihkanlah.
c. Yesus Memberi Tanggung Jawab Baru
Setelah memulihkan Petrus, Yesus memberinya tanggung jawab: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Ini adalah tanda kepercayaan penuh.
Pelajaran: Setelah membereskan yang belum beres, jangan hanya berhenti di situ. Beri kesempatan baru, beri kepercayaan baru, ajak mereka melangkah maju.
---
2. Yesus Juga Membereskan dengan Mereka yang Bersalah kepada-Nya
Selain Petrus, Yesus juga berbincang dengan murid-murid lain yang meninggalkan-Nya saat penangkapan. Ia tidak mengingatkan kesalahan mereka, tetapi justru menampakkan diri, memberi damai, dan mengutus mereka.
Yohanes 20:19-21
"Pada hari pertama minggu itu... ketika pintu-pintu terkunci karena ketakutan, Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: 'Damai sejahtera bagi kamu. '... Yesus berkata lagi: 'Damai sejahtera bagi kamu. Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.'"
a. Yesus Datang kepada Mereka yang Bersembunyi
Murid-murid bersembunyi karena takut dan malu. Mereka telah meninggalkan Yesus. Tetapi Yesus datang kepada mereka. Ia tidak menunggu mereka datang lebih dulu.
Pelajaran: Jika engkau adalah pihak yang disakiti, jangan menunggu pihak yang bersalah datang meminta maaf. Datanglah kepadanya dengan kasih.
b. Yesus Memberi Damai, Bukan Teguran
Yesus tidak berkata: "Mengapa kamu meninggalkan Aku?" Ia berkata: "Damai sejahtera bagi kamu." Dua kali. Tegas. Penuh kasih.
Pelajaran: Ketika membereskan yang belum beres, utamakan damai. Jangan memulai dengan teguran atau tuntutan.
c. Yesus Mengutus Mereka Kembali
Setelah memberi damai, Yesus mengutus mereka untuk melanjutkan misi-Nya. Ia mempercayakan lagi tugas yang dulu mereka tinggalkan.
Pelajaran: Setelah membereskan, beri kesempatan untuk memulai lagi. Jangan terus-menerus mengingat kesalahan masa lalu.
---
3. Kita Harus Membereskan yang Belum Beres
Setelah bangkit dari kubur dosa, setelah menerima anugerah kebangkitan, kita tidak boleh hanya sibuk dengan diri sendiri. Kita harus membereskan relasi yang rusak.
a. Jika Engkau Bersalah kepada Orang Lain: Mintalah Maaf
Matius 5:23-24
"Jika engkau mempersembahkan persembahanmu di mezbah dan engkau teringat bahwa saudaramu mempunyai sesuatu terhadapmu, tinggalkanlah persembahanmu itu di depan mezbah dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu."
Jangan menunggu. Jangan biarkan persembahanmu (ibadah, pelayanan) menjadi sia-sia karena ada yang belum beres. Pergilah, mintalah maaf.
b. Jika Orang Lain Bersalah kepada-Mu: Maafkan dan Pulihkan
Matius 18:21-22
"Petrus berkata: 'Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?' Yesus berkata kepadanya: 'Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, tetapi sampai tujuh puluh kali tujuh kali. '"
Jangan menghitung-hitung. Jangan menyimpan catatan kesalahan. Maafkan, pulihkan, dan beri kesempatan baru.
c. Jangan Biarkan Hal Kecil Menjadi Ganjal
Efesus 4:26-27
"Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum peredaan kemarahanmu masih ada padamu, dan jangan beri kesempatan kepada Iblis. "
Iblis senang melihat kita menyimpan ganjalan. Semakin lama ganjalan itu dibiarkan, semakin besar kuasanya. Selesaikan segera.
---
4. Contoh dalam Alkitab: Membereskan yang Belum Beres
a. Yakub dan Esau: Berdamai Setelah Bertahun-tahun
Kejadian 33:4
"Esau berlari mendapatkan Yakub, lalu memeluk dia, dan sambil mencium dia, mereka menangis."
Setelah puluhan tahun bermusuhan, Yakub berinisiatif untuk berdamai dengan Esau. Ia tidak membiarkan ganjalan itu berlanjut.
b. Yusuf dan Saudara-saudaranya: Mengampuni dan Memulihkan
Kejadian 50:19-21
"Yusuf berkata kepada mereka: 'Janganlah takut, sebab aku ini bukan pengganti Allah. Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan.'"
Yusuf tidak membalas dendam. Ia membereskan relasi yang rusak dengan saudara-saudaranya. Ia memaafkan dan memulihkan.
c. Paulus dan Markus: Memberi Kesempatan Kedua
Kisah Para Rasul 15:38-40
"Paulus... tidak mau membawa Markus... tetapi Barnabas membawanya. Maka terjadilah pertengkaran sehingga mereka berpisah."
Namun kemudian Paulus mengakui kesalahannya. 2 Timotius 4:11
"Bawalah Markus ke sini, karena ia berguna bagiku dalam pelayanan. "
Paulus membereskan yang belum beres dengan Markus. Ia tidak membiarkan ganjalan itu berlarut-larut.
---
5. Tabel: Yesus vs Kita dalam Membereskan yang Belum Beres
Aspek
- Yesus
- Kita
Inisiatif
- Mencari Petrus, bukan menunggu
- Jangan menunggu, datanglah lebih dulu
Sikap
- Memberi damai, bukan teguran
- Utamakan damai, bukan tuntutan
Tujuan
- Memulihkan, bukan menghakimi
- Pulihkan relasi, bukan hakimi
Hasil
- Memberi tugas baru
- Beri kesempatan baru
---
6. Aplikasi: Mulai Membereskan Hari Ini
a. Buat Daftar: Siapa yang Perlu Dibereskan?
Tulis nama orang yang masih "mengganjal" di hatimu. Entah engkau yang bersalah kepadanya, atau dia yang bersalah kepadamu.
b. Jangan Tunda
2 Korintus 6:2
"Sesungguhnya, sekarang adalah waktu perkenanan; sesungguhnya, sekarang adalah hari keselamatan. "
Jangan berkata "nanti" atau "besok." Ganjalan yang dibiarkan akan mengeras dan semakin sulit dibereskan.
c. Mulai dengan Doa
Sebelum bertemu, berdoalah. Minta Tuhan melembutkan hatimu dan hati orang itu. Minta Tuhan memberi kata-kata yang tepat.
d. Datang dengan Kerendahan Hati
Filipi 2:3
"Dengan rendah hati anggaplah orang lain lebih utama dari pada dirimu sendiri."
Jangan datang dengan sikap menghakimi. Datanglah dengan rendah hati, siap mengaku salah, siap mengampuni.
e. Jika Tidak Memungkinkan Bertemu, Kirim Pesan
Jika jarak atau keadaan tidak memungkinkan, kirim pesan, telepon, atau surat. Yang penting usahakan. Tuhan melihat kesungguhan hatimu.
---
7. Kesimpulan: Kebangkitan Membawa Pemulihan Relasi
Kondisi
- Tindakan Yesus
- Tindakan Kita
Ada yang menyakiti kita
- Yesus mencari Petrus
- Carilah mereka yang menyakiti kita
Ada yang kita sakiti
- Yesus datang kepada murid yang bersembunyi
- Datanglah kepada mereka yang kita sakiti
Relasi rusak
- Yesus memberi damai
- Utamakan damai
Perlu pemulihan
- Yesus memulihkan dan memberi tugas
- Pulihkan dan beri kesempatan baru
Maka, marilah kita:
· Jangan hanya sibuk dengan "keselamatan pribadi" sementara relasi dengan sesama rusak.
· Conteklah Yesus: setelah bangkit, Ia membereskan yang belum beres dengan Petrus dan murid-murid lain.
· Bereskan hari ini juga. Jangan biarkan matahari terbenam sebelum ganjalan dibereskan.
· Datanglah dengan damai, pulihkan, maafkan, dan beri kesempatan baru.
Kolose 3:13
"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu pun harus mengampuni."
Kebangkitan bukan hanya tentang hidup baru secara individu. Ia juga tentang relasi baru yang dipulihkan. Seperti Yesus yang membereskan yang belum beres dengan Petrus, kita juga harus membereskan yang belum beres dengan sesama.
"Tuhan Yesus, Engkau bangkit dan segera membereskan yang belum beres dengan Petrus. Engkau tidak menyimpan dendam. Engkau mencari, memulihkan, dan memberi tugas baru. Ajar aku melakukan hal yang sama. Beri aku keberanian untuk mencari mereka yang bersalah kepadaku, dan kerendahan hati untuk meminta maaf kepada mereka yang kusakiti. Jangan biarkan ganjalan mengeras dalam hatiku. Biarlah kebangkitanku juga membawa pemulihan relasi. Amin."
Komentar
Posting Komentar