Sakramen - 1

Sakramen - 1

Sakramen Kedelapan: Sakramen Kristus dalam Wajah Sesama yang Membutuhkan

Apa yang selama ini tersembunyi di depan mata: sakramen yang paling utama, yang menjadi ukuran apakah kita dikenal Tuhan atau tidak.

Mari kita bedah dengan saksama.

---

1. Sakramen dalam Tradisi Gereja

a. Sakramen Inisiasi

Sakramen - Fungsi

Baptis 
- Masuk dalam gereja, diampuni dosa asal

Krisma 
- Penguatan Roh Kudus, dewasa dalam iman

Ekaristi 
- Menerima tubuh dan darah Kristus

Ketiganya adalah sakramen inisiasi—pintu masuk dan fondasi kehidupan Kristen. Tapi pertanyaannya: setelah masuk, bagaimana kita hidup? Bagaimana iman itu diuji?

b. Sakramen Lainnya

Kita mengenal 7 sakramen. Tapi ada juga sakramen ke-8 yang tidak tercantum dalam daftar resmi, tapi justru paling menentukan: Sakramen Kristus dalam wajah sesama.

---

2. Sakramen Kristus: Dasar Alkitabiah

a. Matius 25:31-46

"Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di penjara, kamu mengunjungi Aku... Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."

Perhatikan struktur penghakiman:

· Domba (yang diselamatkan): Mereka yang melayani sesama yang membutuhkan.
· Kambing (yang ditolak): Mereka yang tidak melayani.

Yesus tidak bertanya:

· Apakah kamu dibaptis?
· Apakah kamu menerima krisma?
· Apakah kamu datang ke gereja setiap minggu?

Dia bertanya: Apakah kamu memberi Aku makan? minum? tumpangan? pakaian? kunjungan?

Ini adalah "sakramen Kristus"—tanda kelihatan (sesama yang membutuhkan) yang menjadi sarana pertemuan dengan Kristus yang tak kelihatan.

b. 1 Yohanes 4:20

"Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah,' dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya."

Saudara yang kelihatan adalah ujian kasih kepada Allah yang tak kelihatan. Ini adalah sakramen: yang kelihatan menunjuk pada yang tak kelihatan, dan menjadi sarana untuk mengasihi yang tak kelihatan.

c. Yakobus 2:14-17

"Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: 'Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!' tetapi ia tidak memberikan apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati."

Iman mati = tidak dikenal Tuhan. Iman hidup = berbuah dalam pelayanan kepada sesama.

---

3. Mengapa Ini Sakramen Utama?

a. Definisi Sakramen

Sakramen adalah tanda kelihatan dari rahmat tak kelihatan. Dalam sakramen, kita bertemu dengan Kristus melalui tanda-tanda fisik.

Sakramen 
- Tanda Kelihatan 
- Rahmat Tak Kelihatan

Baptis 
- Air 
- Kelahiran baru

Ekaristi 
- Roti dan anggur 
- Tubuh dan darah Kristus

Sakramen Kristus 
- Sesama yang membutuhkan 
- Kristus sendiri

b. Keunikan Sakramen Kristus

Aspek 
- Sakramen Lain 
- Sakramen Kristus

Frekuensi 
- Sekali/sewaktu-waktu 
- Setiap hari, setiap saat

Tempat 
- Di gereja 
- Di mana saja: jalan, pasar, rumah sakit, penjara

Pelayan 
- Imam 
- Setiap orang percaya

Penerima 
- Umat 
- Mereka yang membutuhkan

Ujian 
- Dilakukan dengan benar 
- Dilakukan dengan kasih

Akibat 
- Rahmat sakramental 
- Penentu keselamatan

c. Sakramen yang Menguji Semua Sakramen

Baptis, Krisma, Ekaristi—semuanya adalah inisiasi dan makanan. Tapi sakramen Kristus adalah ujiannya. 

Apakah semua sakramen yang kita terima menghasilkan buah? 
Buahnya adalah: apakah kita melihat Kristus dalam sesama dan melayani-Nya?

Matius 7:21: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."

Kehendak Bapa: Mengasihi sesama seperti Kristus telah mengasihi kita.

---

4. Sakramen Inisiasi vs Sakramen Kristus

Sakramen Inisiasi 
- Sakramen Kristus

Pintu masuk 
- Jalan hidup

Sekali / sewaktu waktu 
- Setiap saat / hari

Diterima secara pasif 
- Dilakukan secara aktif

Menyelamatkan dari dosa asal 
- Menunjukkan keselamatan nyata

Tanpa ini tidak bisa selamat 
- Tanpa ini, sakramen lain sia-sia

Bukan berarti sakramen inisiasi tidak penting. Mereka penting. Tapi sakramen Kristus adalah bukti bahwa sakramen-sakramen itu sungguh-sungguh hidup dalam diri kita.

---

5. Mengapa Ini Menentukan "Dikenal Tuhan atau Tidak"?

Kembali pada Matius 25:

Kelompok 
- Yang Mereka Lakukan 
- Respons Yesus

Domba 
- Melayani yang lapar, haus, asing, telanjang, sakit, dipenjara 
- "Mari, terimalah Kerajaan... sebab kamu melakukannya untuk Aku"

Kambing 
- Tidak melayani 
- "Enyahlah... sebab kamu tidak melakukannya untuk Aku"

Perhatikan: Kedua kelompok sama-sama memanggil Yesus "Tuhan." Tapi yang membedakan adalah apakah mereka melihat Kristus dalam sesama dan melayani-Nya.

Inilah "sakramen Kristus":

· Tanda kelihatan: Orang lapar, haus, asing, telanjang, sakit, dipenjara.
· Realitas tak kelihatan: Kristus sendiri.
· Respons yang benar: Melayani mereka = melayani Kristus = dikenal Kristus.
· Respons yang salah: Tidak melayani mereka = tidak melayani Kristus = tidak dikenal Kristus.

---

6. Aplikasi: Hidup dalam Sakramen Kristus

a. Melihat Kristus dalam Setiap Wajah

Setiap orang yang kita temui—terutama mereka yang membutuhkan—adalah sakramen Kristus. 

Mereka adalah kesempatan untuk bertemu Tuhan. Ketika kita melayani mereka, kita sedang menerima "sakramen" itu.

b. Bentuk-Bentuk Sakramen Kristus

Kebutuhan
- Sakramen Kristus 
- Cara Melayani

Lapar 
- Memberi makan 
- Berbagi makanan, mendukung program pangan

Haus 
- Memberi minum 
- Menyediakan air bersih, minuman, mendukung program air bersih 

Asing 
- Memberi tumpangan 
- Menerima orang asing, peduli pada imigran

Telanjang 
- Memberi pakaian 
- Donasi pakaian, membantu yang tak punya

Sakit 
- Melawat 
- Menjenguk, mendoakan, membantu biaya

Dipenjara 
- Mengunjungi 
- Peduli pada narapidana, keluarga mereka

c. Sakramen Ini Tidak Pernah Berhenti

· Di gereja: Sakramen Ekaristi (sewaktu waktu).
· Di luar gereja: Sakramen Kristus (setiap saat/hari).

Keduanya harus berjalan beriringan. Ekaristi memberi kita kekuatan untuk melayani. 
Pelayanan membuktikan bahwa Ekaristi sungguh kita hayati.

---

7. Peringatan: Jangan Salah Paham

a. Bukan Berarti Sakramen Lain Tidak Penting

Yesus sendiri yang melembagakan Baptis dan Ekaristi. Kita tidak boleh meremehkannya. Mereka adalah sarana rahmat yang diberikan Tuhan.

b. Tapi Sakramen Kristus adalah Ujiannya

Seperti pohon dikenal dari buahnya, demikian juga iman dikenal dari kasih kepada sesama. 

Sakramen-sakramen inisiasi adalah akar. Sakramen Kristus adalah buah. Akar tanpa buah adalah pohon mati.
(Matius 21:18-22 dan Markus 11:12-14, 20-25.)

c. Ini Bukan "Keselamatan karena Perbuatan"

Kita tidak selamat karena melayani. Kita selamat karena anugerah melalui iman. Tapi iman sejati selalu menghasilkan buah. Dan buah itu adalah pelayanan kepada sesama sebagai perwujudan kasih kepada Kristus.

Efesus 2:8-10: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman... itu bukan hasil usahamu... tetapi kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik. "

---

8. Kesimpulan: Sakramen Kristus Adalah Sakramen Utama

Sakramen-Fungsi-Sifat

Baptis 
- Masuk gereja 
- Inisiasi

Krisma 
- Penguatan Roh Kudus 
- Inisiasi

Ekaristi 
- Makanan rohani 
- Pemeliharaan

Sakramen Kristus 
- Bertemu Kristus dalam sesama 
- Ujian dan buah iman

Maka, marilah kita:

· Menerima sakramen inisiasi dengan syukur.
· Menyambut Ekaristi dengan hormat.
· Tapi jangan lupa: Setiap hari kita berjumpa dengan sakramen Kristus dalam wajah mereka yang lapar, haus, asing, telanjang, sakit, dipenjara.
· Di sanalah kita benar-benar bertemu Tuhan.
· Di sanalah ditentukan: dikenal atau tidak dikenal.

Matius 25:40: "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."

Inilah sakramen yang tidak pernah berhenti. Inilah sakramen yang menentukan segalanya. Inilah "sukarela yang memaksa" dalam bentuk paling nyata: melihat Kristus dalam setiap wajah dan melayani-Nya dengan segenap hati.

"Tuhan, buka mata kami untuk melihat Engkau dalam setiap wajah yang membutuhkan. Jangan biarkan kami sibuk dengan ritual gereja tapi melupakan Engkau yang menanti di luar sana. Ajar kami menjadi sakramen hidup bagi sesama, dan melalui mereka, bertemu dengan Engkau. Amin."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKSIOMA LTTI 2.9 — BAGIAN PERLUASAN (EXTENSION)

LTTI 2.0 Logika Trinitas Transenden Imanen - 3

LTTI 2.0 Logika Trinitas Transenden Imanen - 1