Sakramen - 5
Sakramen - 5
Sakramen Kedelapan: Menemukan Kristus dalam Wajah yang Telanjang, Lapar, dan Terpenjara
Inilah sakramen yang menguji semua sakramen lainnya. Bukan roti dan anggur, bukan air baptis, bukan minyak pengurapan—tapi sesama yang membutuhkan. Dan "telanjang" bukan hanya soal tidak berpakaian. "Lapar" bukan hanya soal tidak makan. "Di penjara" bukan hanya soal jeruji besi. Semua adalah metafora dari kondisi manusia yang terpinggirkan, terluka, dan terisolasi. Di sanalah Kristus hadir. Di sanalah kita diuji apakah sakramen-sakramen kita sungguh hidup atau hanya ritual mati.
Mari kita bedah dengan Alkitab.
---
1. Matius 25:31-46: Sakramen Kedelapan dalam Terang Kata Kerja
"Ketika Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya... Ia akan memisahkan mereka... Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di penjara, kamu mengunjungi Aku."
Yesus tidak bertanya:
· Apakah kamu pergi ke gereja?
· Apakah kamu dibaptis?
· Apakah kamu menerima komuni?
· Apakah kamu mengaku dosa?
Yang Ia tanyakan: Apakah kamu melihat Aku dalam diri mereka yang paling hina?
---
2. "Telanjang": Bukan Hanya Soal Pakaian
a. Telanjang = Kehilangan Harga Diri
Wahyu 3:17-18
"Engkau berkata: Aku kaya... padahal engkau melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku... pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu."
Laodikia telanjang secara rohani. Mereka kehilangan harga diri di hadapan Allah. Memberi pakaian kepada yang telanjang berarti memulihkan martabat mereka yang dianggap tidak berharga oleh dunia.
b. Telanjang = Dipermalukan, Direndahkan
Ratapan 1:8
"Yerusalem sangat berdosa, sebab itu ia menjadi barang cemar; semua orang yang dahulu menghormatinya, sekarang menghinanya, karena mereka melihat telanjangnya. "
Ketika orang dihina, direndahkan, dicaci—mereka "telanjang" di hadapan masyarakat. Memberi pakaian adalah menutupi aib mereka, memulihkan kehormatan.
c. Telanjang = Miskin yang Tidak Punya Penutup
Ayub 31:19-20
"Jika aku melihat orang mati karena tidak berpakaian, atau orang miskin yang tidak mempunyai penutup, dan pinggangnya tidak memberkati aku, dan ia tidak menjadi panas oleh bulu dombaku..."
Ayub menyadari bahwa memberi pakaian adalah memberkati yang miskin, memberikan kehangatan dan perlindungan.
d. Aplikasi: Siapa yang "Telanjang" Hari Ini?
· Korban bullying yang kehilangan harga diri
· Mereka yang dikucilkan karena status sosial, ekonomi, atau identitas
· Korban kekerasan yang merasa "telanjang" di hadapan dunia
· Mereka yang gagal dalam standar dunia, dianggap "tidak berharga"
Sakramen Kedelapan: Menutupi ketelanjangan mereka dengan memulihkan martabat, memberi penghargaan, mengakui nilai mereka sebagai gambar Allah.
---
3. "Lapar dan Haus": Bukan Hanya Soal Makanan
a. Lapar Akan Kebenaran
Matius 5:6
"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan."
Ada kelaparan yang lebih dalam dari kelaparan fisik: kelaparan akan keadilan, akan kebenaran, akan makna hidup.
b. Lapar Akan Kasih
1 Yohanes 3:17
"Jika seorang mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"
Kekurangan bukan hanya materi. Ada orang yang kelaparan akan perhatian, akan kasih, akan kehadiran.
c. Amsal 25:21-22
"Jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum."
Paulus mengutip ayat ini dalam Roma 12:20. Memberi makan musuh adalah bentuk kasih yang mengalahkan kejahatan.
d. Aplikasi: Siapa yang "Lapar dan Haus" Hari Ini?
· Mereka yang haus akan perhatian—kesepian, terabaikan
· Mereka yang lapar akan keadilan—tertindas, tidak punya suara
· Mereka yang haus akan makna—kehilangan arah, putus asa
· Mereka yang lapar akan kasih—ditolak, dikhianati
Sakramen Kedelapan: Memberi mereka "makanan" yang mereka rindukan—perhatian, keadilan, makna, kasih.
---
4. "Di Penjara": Bukan Hanya Soal Jeruji Besi
a. Penjara = Terisolasi oleh Situasi dan Kondisi Sosial
Ibrani 13:3
"Ingatlah akan orang-orang hukuman, seolah-olah kamu turut dihukum. Ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dalam dunia ini."
Paul tidak hanya berbicara tentang penjara fisik, tapi orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang—korban ketidakadilan.
b. Penjara = Rasisme, Diskriminasi, Pengucilan
Galatia 3:28
"Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus."
Paulus menyadari bahwa perbedaan etnis, status, gender bisa menjadi penjara yang memisahkan manusia. Dalam Kristus, penjara itu dibongkar.
c. Penjara = Kemiskinan Struktural
Amsal 14:31
"Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa mengasihi orang miskin, memuliakan Dia. "
Kemiskinan adalah penjara yang sulit ditembus. Mereka yang terperangkap di dalamnya butuh uluran tangan.
d. Penjara = Trauma dan Luka Batin
Yesaya 61:1
"Roh Tuhan Allah ada padaku... Ia mengutus aku untuk membebaskan orang-orang yang terkurung. "
Yesus mengutip ayat ini di sinagoga Nazaret (Lukas 4:18). Yang "terkurung" bukan hanya orang dalam penjara fisik, tapi mereka yang terbelenggu oleh dosa, trauma, keputusasaan.
e. Aplikasi: Siapa yang "Di Penjara" Hari Ini?
· Korban rasisme dan diskriminasi—terpenjara oleh prasangka
· Korban kemiskinan struktural—terjebak dalam siklus tanpa jalan keluar
· Korban trauma—terpenjara oleh masa lalu
· Mereka yang dikucilkan karena penyakit, disabilitas, status sosial
· Mereka yang tidak punya suara—terpenjara dalam sistem yang tidak adil
Sakramen Kedelapan: Mengunjungi mereka—bukan sekadar datang, tapi masuk ke dalam penjara mereka, merasakan apa yang mereka rasakan, dan membantu membebaskan.
---
5. Tabel: Makna "Telanjang, Lapar, Haus, Sakit, Dipenjara"
Kondisi
- Makna Harfiah
- Makna Metaforis
- Aplikasi
Telanjang
- Tidak berpakaian
- Kehilangan harga diri, dipermalukan
- Memulihkan martabat, menghargai
Lapar
- Tidak makan
- Kelaparan akan keadilan, makna, kasih
- Memberi perhatian, membela kebenaran
Haus
- Tidak minum
- Haus akan kasih, akan Tuhan sang pemberi kasih,
- Memperkenalkan Kristus
Sakit
- Fisik sakit
- Luka batin, trauma, keputusasaan
- Mendengar, mendampingi, menyembuhkan
Dipenjara
- Terkurung dalam jeruji
- Terjebak dalam diskriminasi, kemiskinan, sistem
- Memihak yang lemah, membongkar ketidakadilan
---
6. Sakramen Kedelapan sebagai Penguji Sakramen Lain
Sakramen
- Ujiannya
- Jika Gagal
Baptis
- Apakah kita menjadi satu dengan yang telanjang, lapar, dipenjara?
- Baptis hanya ritual basah
Ekaristi
- Apakah kita membagi roti dengan yang lapar?
- 1 Korintus 11:20-22—makanan biasa, bukan persekutuan
Pengakuan Dosa
- Apakah kita mengakui dosa ketidakpedulian?
- Pengakuan tanpa perubahan hati
Perkawinan
- Apakah kita membuka rumah bagi yang asing?
- Keluarga tertutup, hanya untuk diri sendiri
Imamat
- Apakah kita melayani yang terpinggirkan?
- Pelayanan untuk pujian, bukan untuk Kristus
Perminyakan
- Apakah kita menjenguk yang sakit?
- Minyak tanpa kehadiran
Yakobus 1:27
"Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah: mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka."
Ini adalah sakramen yang menguji ibadah. Bukan liturgi yang indah, tapi kunjungan kepada yang menderita.
---
7. Aplikasi: Menemukan Kristus dalam Sakramen Kedelapan
a. Lihat dengan Mata Iman
Setiap orang yang telanjang, lapar, haus, sakit, dipenjara adalah Kristus yang menanti. Bukan sekadar "orang miskin", tapi wajah Kristus.
b. Jangan Tutup Mata
Amsal 21:13
"Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru."
Ketidakpedulian adalah dosa yang membuat doa kita tidak didengar.
c. Beri dengan Totalitas
Janda miskin memberi dua peser—seluruh nafkahnya. Memberi kepada yang membutuhkan bukan dari kelimpahan, tapi dari kekurangan. Itulah yang dilihat Yesus.
d. Masuk ke dalam Penjara Mereka
Jangan hanya memberi dari jauh. Masuk ke dalam penderitaan mereka. Rasakan apa yang mereka rasakan. Di sanalah engkau bertemu Kristus.
e. Ingat: Ini Menguji Segalanya
1 Yohanes 4:20
"Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah,' dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya."
Sakramen Kedelapan adalah ujian kasih. Jika gagal di sini, semua sakramen lain adalah dusta.
---
8. Kesimpulan: Sakramen Kedelapan adalah Sakramen Utama
Sakramen Lain
- Sakramen Kedelapan
Menerima anugerah
- Mengalirkan anugerah
Ritual di gereja
- Tindakan di dunia
Menyentuh yang kudus
- Menyentuh yang hina
Dapat dilakukan tanpa hati
- Tidak mungkin tanpa hati
Menguji kesalehan
- Menguji kasih
Maka, marilah kita:
· Jangan puas dengan sakramen ritual. Biarlah sakramen-sakramen itu mengalir menjadi aksi nyata kepada yang telanjang, lapar, haus, sakit, dipenjara.
· Lihat Kristus dalam setiap wajah yang menderita. Di sanalah Ia menanti.
· Berilah dengan totalitas. Bukan dari kelimpahan, tapi dari kekurangan.
· Jadilah sakramen hidup bagi mereka yang terpinggirkan.
Matius 25:40
"Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."
Inilah sakramen yang menentukan segalanya. Bukan roti dan anggur, bukan air dan minyak—tapi kasih yang menjadi daging dalam tindakan nyata kepada mereka yang paling membutuhkan.
"Tuhan Yesus, buka mataku untuk melihat Engkau dalam setiap wajah yang telanjang, lapar, haus, sakit, dipenjara. Jangan biarkan aku sibuk dengan sakramen ritual sementara mengabaikan Engkau yang menanti dalam diri saudara-saudara-Ku yang paling hina. Ajar aku memberi bukan dari kelimpahan, tapi dari kekurangan. Ajar aku mengunjungi bukan dari kejauhan, tapi masuk ke dalam penjara mereka. Dan pada akhirnya, biarlah aku mendengar firman-Mu: 'Segala sesuatu yang kau lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina, kau telah melakukannya untuk Aku.' Amin."
Komentar
Posting Komentar